Glest Center

Welcome On Glest Center by Glest Radio

Welcome ON GLEST CENTER

Selamat Datang di Glest Center

Apa Yang Mesti dilakukan

Silahkan pilih di menu pilihan

Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang.:::.Daftarkan diri anda sekarang juga di Glest Radio Fan's Club

Investasi Tepat Untuk Krisis Global










Krisis global yang tengah melanda perekonomian dunia saat ini adalah kesempatan terbaik dalam berinvestasi, terutama investasi dalam hal properti. Inilah yang disampaikan oleh James T. Riady, bankir muda dan Panangian Simanungkalit, pengamat properti.

Perekonomian memang akan mengalami penurunan, namun tak akan terhenti. Karena selama masih ada manusia, perekonomian akan terus berjalan. Bahkan menurut Riady, perekonomian bukan saja kegiatan jual beli tapi juga peningkatan taraf hidup manusia ke arah lebih baik.

Anda tak salah jika ingin menginvestasikan uang ke bisnis properti. Karena saat ini bisnis tersebut memiliki nilai jual yang sangat tinggi dengan pangsa pasar yang sangat banyak. Seburuk-buruknya penurunan harga jual properti adalah tetap, dalam arti harganya sama saat Anda membeli ataupun menjual. Namun Simanungkalit menambahkan, bahwa belum ada sejarahnya harga properti di indonesia mengalami penurunan.

Ada tiga kunci penting jika ingin berhasil dalam bisnis properti yaitu:
  1. Timing pas. Waktu yang tepat untuk membeli properti adalah saat dibangun, karena bunga yang didapat akan lebih tinggi daripada membeli saat sudah jadi. Selain itu, belilah properti di Indonesia dan jual juga di Indonesia.
  2. Right position. Pilihlah tempat yang secara demografis menguntungkan seperti di tengah kota, yang dekat dengan pusat bisnis dan hiburan.
  3. Smart financial. Jika Anda memiliki uang belilah secara kontan dengan soft loan dan pilihlah yang fixed, apalagi jika ada subsidi dari pengembang.
Beberapa jenis properti yang bisa diinvestasikan diantaranya adalah apartemen, gedung untuk kantor, tanah kosong, rumah ataupun rumah toko (ruko).

Looking For a Job?

Penulis : Firda Kurnia Widyasari









Bagi Anda yang baru lulus dan sedang mencari kerja, ataupun keluar dari pekerjaan yang lama dan sedang mencari yang baru, mungkin akan mengalami beberapa kesulitan, apalagi di jaman krisis ekonomi seperti sekarang ini, dimana banyak perusahaan memutuskan untuk tidak menambah karyawan. Namun, usaha harus terus dilancarkan, maju terus pantang mundur seperti semboyan para pejuang jaman kemerdekaan dulu. Semoga 4 tip berikut bisa membantu Anda yang ingin sukses dalam mencari pekerjaan.

Jangan Pernah Menyerah

Memang sangat melelahkan jika Anda membuat dan mengirimkan surat lamaran namun tak pernah ada yang mendapatkan respon. Berpikirlah positif dan jangan menyerah, hindarkan berpikir bahwa Anda tak pernah layak untuk pekerjaan tersebut. Itu hanya membuang waktu, lebih baik pusatkan perhatian untuk membuat surat lamaran kerja yang membuat HRD langsung melirik dan mengambilnya dari tumpukan surat lamaran. Selain itu teruslah tingkatkan networking Anda, semakin banyak teman akan semakin banyak peluang kerja yang didapatkan.

Tanyakan Kelanjutan Surat Lamaran

Daripada berpikir buruk tentang diri sendiri lebih baik angkat telepon dan hubungi HRD perusahaan yang Anda lamar. Tanyakan semua informasi yang ingin diketahui, berawal dari menanyakan apakah mereka menerima surat lamaran Anda atau tidak, dan tanyakan pula bagaimana kelanjutannya dan kemungkinan untuk memproses lamaran Anda.

Be proactive!

Melamar pekerjaan melalui internet adalah hal yang wajar saat ini, namun menjadi tidak wajar jika Anda hanya duduk dan menunggu. Tak ada salahnya untuk menghubungi semua teman-teman dan keluarga Anda lalu menanyakan apakah mereka memiliki peluang usaha atau tidak. Pertanyaannya pun bukan hanya pertanyaan basa basi tetapi biarkan mereka tahu bahwa Anda memang benar-benar membutuhkan pekerjaan tersebut. Mintalah mereka untuk memperkenalkan Anda kepada si pemberi usaha.

Keluar dari Rumah Sekarang Juga

Meski banyak orang yang bisa kaya sekalipun hanya diam di rumah bukan berarti Anda harus tetap di rumah. Sekalipun demikian, persentase yang ada menunjukkan bahwa lapangan pekerjaan jauh lebih banyak ditemukan di luar rumah. Pergi ke luar rumah tak hanya mendatangi perusahaan-perusahaan saja, tetapi bergabunglah dengan semua kelompok, mulai dari keompok olahraga, kelompok membaca, klub pecinta alam, kursus-kursus hingga kelompok yang memiliki persamaan hobi. Di sana, berbaurlah dengan mereka dan jadilah pribadi yang terbuka sehingga teman-teman baru Anda bisa merasa nyaman di dekat Anda begitu pula sebaliknya.Tak menutup kemungkinan salah satu dari merekalah yang akan memberikan pekerjaan kepada Anda.

Patah Hati Karena Kartu Kredit











Sebel! Awalnya hanya tertarik hadiah yang ditawarkan brosur aplikasi kartu kredit. "Get cool backpack and free annual fee" Wow! Kebayang deh kalau bisa memiliki back pack itu, bisa buat membawa perabotan si kecil yang segudang kalau mau jalan-jalan. Setelah berpikir cukup keras, saya yang sudah bertekad untuk tidak lagi memiliki kartu kredit akhirnya luluh juga untuk apply. Dengan harapan kalau sudah memiliki kartu kreditnya, saya akan simpan baik-baik di dalam lemari, atau malah digunting sekalian, hehe.

Ternyata, tanpa menunggu lama, aplikasi saya langsung disetujui dan kartu kredit pun di tangan. Namun, kegembiraan saya tidak berlangsung lama. Karena hadiah yang dijanjikan tak kunjung datang. Ternyata, hadiah tersebut sudah tidak berlaku lagi, aplikasi saya terlambat diterima. Seperti kebanyakan masyarakat Indonesia lainnya yang selalu bisa mengambil untung dalam setiap kejadian, saya pun melakukannya, untung free annual feenya masih berlaku. Tapi, semua tidak semudah itu. Untuk bisa mendapatkan free annual fee, kartu kreditnya harus digunakan dalam waktu tertentu. Jadilah saya menggeseknya untuk pertama kali.

Ternyata gesekan pertama itu diikuti dengen gesekan kedua, ketiga dan seterusnya, judulnya sih saya jadi punya hobi baru, menggesek kartu kredit. Kewajiban baru pun datang, setor cicilan setiap bulannya yang minimal 500 ribu rupiah. Ini terjadi berbulan-bulan, dan sepertinya tidak pernah berakhir. Dengan berbagai macam kesibukan yang dilalui beberapa bulan terakhir, akhirnya cicilan tersebut terlupakan, saya lupa membayarnya. Datanglah tamu baru yang bernama collection fee di tagihan bulanan saya, belum lagi interest chargenya. Nyesak banget deh, biasa bayar cuma bayar 500 ribu rupiah, jadi harus bayar lebih. Walaupun sudah bayar untuk dua bulan, tetap saja harus dikejar-kejar debt collector, katanya setoran saya kurang dari minimal tagihan sebesar 10% dari totalnya.

Yang lebih gilanya, setelah cek tagihan, ternyata pembayaran minimalku berubah menjadi lebih dari 10% total tagihan, ha? Langsung deh sibuk telepon customer service yang susahnya minta ampun. Sampai sekarang saya belum mendapatkan jawaban yang masuk akal, kenapa minimal pembayaran saya lebih dari 10% total tagihan.

Sebenarnya ingin banget bayar lunas, tapi enggak rela bayar bunganya. Sekarang saya benar-benar kapok! Enggak lagi-lagi deh berurusan sama kartu kredit.

Banyak Penjahat Internet Beroperasi di Indonesia

KUALA LUMPUR--MI: Banyak penjahat internet beroperasi di Indonesia karena belum adanya cyber law, sehingga banyak website perdagangan elektronik yang memberikan warning

"Misalnya di Alibaba.com salah satu e-bay yang menampilkan warning kepada penggunanya agar berhati-hati transaksi elektronik di Indonesia," kata pakar transaksi elektronik Bank Indonesia Iwan Setiawan ketika sosialisasi UU No 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik di KBRI Kuala Lumpur, Senin (10/11) malam.

Iwan bersama dosen FH Unpas Sinta Dewi dan Kabalitbang Depkominfo Aizirman Djusan serta anggota komisi I DPR Shidki Wahab melakukan sosialisasi UU N0 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik kepada masyarakat Indonesia di Malaysia dan staf kedutaan.

Setelah sosialisasi kedua UU baru tersebut, rombongan akan melanjutkan sosialisasi ke India.

"Ketika seminar di London, saya dapat masukan dari para staf kedutaan bahwa banyak orang Inggris komplain ke kedutaan karena sudah bayar dan melakukan transaksi perdagangan dengan pihak Indonesia tapi barangnya tidak pernah datang. Dengan adanya UU ini maka kejahatan internet akan semakin bisa dibasmi karena payung hukumnya semakin kuat," kata Iwan.

Ia mengatakan juga, akibat Malaysia sudah lebih dulu punya UU transaksi elektronik dan cyber lawcyber law, sementara Indonesia baru punya satu.

"Pernah ada kasus pemasangan alat perekam data di kartu ATM sebuah bank di Batam ternyata para pelakunya warga Malaysia yang merugikan nasabah sekitar Rp200 juta," ungkap Iwan.

Salah seorang dosen TI di sebuah universitas Malaysia, Sony mengatakan, "Walaupun UU Informasi dan Transaksi Elektronik Indonesia sudah komprehensif tapi masih ada kelemahan yakni tidak mewajibkan pengusaha internet memiliki server penyimpan data. Jika seseorang melakukan kejahatan internet via warung internet maka yang kena adalah pengelola atau pengusaha internet tersebut,".

Selain itu, Sony juga mengemukakan, dalam UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) hanya satu pasal mengatur tentang privasi padahal banyak saat ini perusahaan yang memata-matai karyawannya sendiri. "Lalu bagaimana nasib privasi seorang pekerja," tambah dia. (Ant/OL-02)
(peringatan) bertransaksi elektronik di Indonesia. lainnya maka para penjahat transaksi elektronik pada pindah ke Batam dan Jakarta. Malaysia sudah punya tujuh UU mengenai